Hobi Makan Junkfood? Potensi Kanker Dapat Menurun

Hobi Makan Junkfood? Potensi Kanker Dapat Menurun

Lebih baik menghindari makan junk food, mungkin itu kata yang tepat, karena ternyata, junk food menurunkan sel-sel kanker dari generasi ke generasi. Penemuan menarik ini terjadi pada percobaan dengan tikus hamil yang diberi makan lemak jenuh. Hasilnya anak dan cucu mereka sama-sama terbukti mengalami kanker payudara.

Walaupun anak dari generasi pertama kondisinya sehat, namun risiko kanker dapat terjadi pada generasi ke tiga. Menurut para peneliti dari New zScientist, ”Diet lemak dapat menyebabkan modifikasi DNA epigenetik yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya“. Bayangkan saja jika hal ini berlaku bagi manusia yang artinya genetik menjadi salah satu penyebab mengapa riwayat keluarga dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

Selama ini dunia medis meyakini bahwa gen tertentu berhubungan dengan peningkatan kanker payudara. Diperkirakan sekitar 20-30% wanita yang terkena kanker memiliki riwayat keluarga yang sebelumnya menderita kanker payudara. Penelitian ini disampaikan dalam pertemuan ke-101 American Association for Cancer Research 2010 di Washington DC.

Penemuan ini sangat mencengangkan, sebab perubahan DNA dapat melompat hingga dua generasi berikutnya, meskipun orang tua tidak mewarisi perubahan genetik.

Namun, banyak penelitian yang juga menunjukkan bahwa berbagai faktor seperti agen lingkungan, perilaku orang tua, fisiologi ibu, xenobiotik, suplemen gizi dan lain-lain menyebabkan perubahan epigenetik yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa paparan lanjutan.

Pada wanita, salah satu yang perlu diwaspadai adalah kegemukan/obesitas. Wanita dengan obesitas mempunyai 60% lebih mungkin terkena risiko kanker dan penyakit lain dibandingkan wanita yang mempunyai berat badan ideal. Selain itu juga berisiko melahirkan bayi dengan cacat genetik.

Jika dengan kanker payudara, hubungannya jelas dengan estrogen yang diproduksi dalam jaringan lemak. Makanan cepat saji/junk food/fast food dan juga yang mengandung lemak trans akan meningkatkan obesitas.

Apa yang sebaiknya dilakukan? Cobalah untuk makan makanan organik, alami, tidak mengandung pestisida, menghindari makanan dengan lemak trans, lemak jenuh atau yang mengandung MSG serta gula tinggi fruktosa jagung. Kembalilah ke makanan alami misalnya sayuran, buah, biji-bijian utuh, serta segar. Sumber : Mercola.

Sebagian besar orang berpikir sulit dan hampir tidak mungkin ada satu  paket makanan yang tergolong organik, alami, tidak mengandung bahan tambahan makanan serta kimia berbahaya, bebas lemak trans, rendah Indeks Glikemik. Namun ternyata sudah ada Vitayang Raw Meal, makanan serbuk sereal yang dapat disajikan secara instan/ simple dan tidak perlu repot untuk memasaknya.

Vitayang Raw Meal merupakan campuran dari 48 jenis bahan makanan alami yang terdiri dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran, jamur, umbi, rumput laut dll. Diproses dengan tekni Freeze-dried pada suhu minus 30-40OC yang mempertahankan kandungan nutrisi dan fitokimia selayaknya bahan mentahnya. Karena keunggulan inilah sehingga Raw meal efektif sebagai pengganti makanan yang akan memeberikan banyak manfaat seperti Detoksifikasi, pengganti makanan utama yang praktis namun tetap sehat, membantu berbagai program terapi kesehatan seperti diet penurunan berat badan, diet bagi penderita diabetes melitus, kanker hiperlipidemia dll. 

Share:
;