Gaya Hidup Sehat Menurunkan Risiko Stroke 50%
Tuesday, October 31 17

Menurut Journal Neurology, gaya hidup sehat pada wanita dapat mengurangi 50% resiko stroke. Setidaknya terdapat 795.000 warga AS yang terserang stroke per tahunnya. Stroke menjadi penyebab utama kematian keempat, yang menewaskan hampir 130.000 orang Amerika setiap tahunnya. Diet dan faktor gaya hidup tidak sehat seperti kurang olahraga, obesitas, konsumsi alkohol tinggi dan merokok dapat meningkatkan risiko stroke. Menurut Susanna Larsson C., PhD, dari Karolinska Institut di Stockholm, Swedia, beberapa studi telah mengamati bagaimana diet sehat dan pola hidup sehat sangat berpengaruh pada risiko stroke. Dengan pemikiran ini, tim menganalisis diet dan gaya hidup dari 31.696 wanita berusia rata-rata 60 tahun yang merupakan bagian dari Swedia Mammography Cohort. Para wanita menyelesaikan kuesioner 350 item dengan menuliskan pola diet dan kebiasaan gaya hidup mereka. Para peneliti mencatat bahwa pada tahap awal semua wanita bebas dari kanker dan penyakit kardiovaskular. Penelitian terus berlanjut sampai dengan 10 tahun, lalu melihat bagaimana lima faktor gaya hidup sehat mempengaruhi resiko stroke :

1. Diet sehat.

2. Tidak merokok.

3. Konsumsi alkohol hanya sedang saja (3-9 sloki kecil/minggu).

4. Olahraga teratur (berjalan atau bersepeda selama minimal 40 menit sehari, ditambah olahraga lebih kuat selama setidaknya 1 jam seminggu).

5. BMI sehat (berat badan dengan rentang indeks tidak lebih dari 25).

Hasil studi ditemukan bahwa hanya 589 perempuan yang mengikuti semua lima faktor gaya hidup sehat, sedangkan 1.535 wanita tidak mengikutinya. Sisanya mengikuti 2-3 dari lima faktor tersebut. Dan terbukti kelima faktor gaya hidup sehat mampu mengurangi risiko stroke total sebesar 54%.

Selama tindak lanjut, ada 1.554 kasus stroke, termasuk 1.155 infark serebral (sejenis stroke iskemik yang menyumbang 80-85% stroke), 246 stroke hemoragik dan stroke 153 yang tidak dapat dijelaskan. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengikuti semua lima faktor gaya hidup sehat menurunkan 54% resiko stroke dan 62% resiko rendah infrak serebral dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mengikuti pola hidup sehat. Risiko stroke total dan risiko infark serebral terkurangi dengan mengikuti faktor-faktor tersebut.

Menurut Susanna C. Larsson, penulis studi ini konsekuensi stroke biasanya menghancurkan dan tidak dapat diubah, sehingga pencegahan sangat penting. Hasil ini menarik karena mereka menunjukkan bahwa diet yang sehat dan gaya hidup secara substansial dapat mengurangi risiko stroke dan ini adalah pilihan gaya hidup yang dapat diperbaiki. MedicalNewsToday (ast/bt

Salah satu diet sehat yang dapat diterapkan yang sejalan dengan gaya hidup sehat diatas adalah Diet Raw Food. Mengatur pola makan sehari-hari dengan banyak mengkonsumsi bahan makanan dari jenis sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh serta bahan makanan yang kaya akan fitokimia bermanfaat. Bahan makanan tersebut dimakan mentah atau diolah dengan tanpa menggunakan panas atau dengan cara pengeringan beku. Tujuannya adalah untuk mempertahankan nilai gizi dan kandungan kimia bermanfaat dalam bahan tersebut. Diet Raw food dapat dilakukan dengan kombinasi makanan raw food seperti KK VITAYANG RAW MEAL dengan kombinasi menu makanan biasa yang dipilih sesuai kreteria yang sejalan dengan Raw Food.

Diet ini akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan terutama untuk mencapai berat badan yang ideal, detoksifikasi racun dalam tubuh, membantu menormalkan gangguan metabolisme yang terjadi seperti Diabetes melitus, hiperlipidemia, asam urat dll.

Gaya Hidup Sehat Menurunkan Risik..
Tuesday, October 31 17
3 Tanda Anak Kekurangan Nutrisi
Thursday, August 31 17
Cara Sehat Agar Terhindar Dari Ka..
Friday, July 28 17
Atasi Kolesterol dengan Gamma Ori..
Tuesday, June 20 17